Apa itu Aura?
Secara bahasa, kata aura merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani, dimana kata tersebut memiliki makna sebuah energi yang mencerminkan suasana riang gembira. Pada dasarnya setiap manusia memiliki sebuah medan energi yang mengelilinggi dirinya. Umumya medan energi ini berbentuk gelombang electromagnet. Dari gelombang inilah dikenal oleh banyak orang dengan istilah aura.
Memang benar bahwa aura / medan energi manusia selalu mengelilingi tubuh mereka dari segala arah. Tidak hanya itu saja, sifat dan warna aura yang dimiliki oleh setiap masing-masing orangpun juga berbeda. Berbicara mengenai sifat aura manusia, ada yang berbentuk elips, bulat telur dan lain sebagainya. Sedangkan untuk warna aura, ada yang memiliki warna merah, kuning, hijau, dan lain-lain. Masing-masing dari bentuk dan warna aura tersebut memiliki makna sendiri-sendiri. Makna yang timbulpun juga mencerminkan bagaimana sifat dan kondisi seseorang tersebut.
Sifat dasar aura manusia
Karakteristik khas dari sifat sebuah aura adalah kemampuannya yang dapat menembus apa saja, dapat diprogram atau meluncur jauh sesuai dengan bathin dan pikiran kita dalam memprogramnya dengan teknik konsentrasi khusus.
Lalu siapa yang dapat memiliki aura? Ternyata yang memiliki aura tidaklah manusia semata, karena selain manusia juga memiliki aura. Semua mahluk ciptaan Tuhan yang lain pun juga memiliki aura, diantaranya pohon, hewan, benda mati alami: Kristal, batu, batu-batuan, perunggu, emas, dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana dengan anggapan kebanyakan manusia terkait dengan aura? Banyak orang yang sering mengartikan aura yang ada dalam tubuh manusia dengan wujud sebuah pancaran cahaya dari dalam tubuh seseorang. Dan dari pancaran cahaya tersebut dapat memperlihatkan tanda berbagai tanda terkait kondisi fisik, emosi, serta kesehatan seseorang.
Tahun 1935 merupakan tahun dimana pertama kali diadakan penelitian untuk menyelidiki tentang aura manusia. Peneliti yang melakukannya adalah S. Kirlian yaitu seorang professor dari Negara Rusia. Penelitian tentang aura manusia yang dilakukan oleh professor Rusia tersebut dilakukan dengan cara mengembangkan sebuah alat fotografi khusus yang digunakan untuk melihat adanya medan energi manusia yang berada di bagian tangan dan kaki manusia. Hasil pengembangan alat fotografi ini kemudian dikenal dengan julukan Fotografi Kirlian.
Lima puluh tahun kemudian, lebih tepatnya di tahun 1985 juga telah diadakan penelitian baru terhadap aura manusia dengan menggunakan teknologi baru, yaitu Fotografi Aura. Prinsip kerja dari teknologi baru ini adalah memakai sensor biofeedback pada bagian tubuh manusia yang ingin di lihat medan energinya, missal kedua tangan. Kemudian sensor biofeedback tersebut akan mengirimkan sensor atau sinyal ke kamera dan setelah itu nanti akan tercetak dalam bentuk foto polaroid.
Tahun 1998, ditemukan lagi perkembangan baru dari teknologi penelitian aura manusia. Teknologi ini ditemukan oleh Fisslinger dari Jerman. Teknologi yang dimaksud adalah Computerized Multimedia Biofeedback System. Kelebihan dari system teknologi baru ini adalah peneliti dapat melihat secara langsung dan dinamis aura manusia seseorang pada layar monitor. Selain itu teknologi baru ini juga didukung oleh beberapa penunjang, diantaranya teknologi computer, biofeedback, pengetahuan tentang color therapy dan pengobatan dengan vibrasi.
Demikian sekelumit informasi mengenai istilah aura. Semoga bermanfaat.
0 Response to "Memahami Istilah Aura"
Post a Comment